Berbagai cara dilakukan orang untuk mencegah kerontokan rambut dan kebotakan. Tapi para ahli merekomendasikan beberapa cara sederhana bila Anda tak ingin botak, yaitu makan kacang dan jangan tinggalkan sarapan.
Kabar baik bagi pria yang takut botak bahwa para ilmuwan telah menemukan penyebab kebotakan, yaitu adanya gen yang menyebabkan kegagalan produksi dan perkembangan sel-sel rambut.
Tapi sayangnya, belum ada cara pengobatan yang benar-benar efektif untuk mengatasinya. Selain itu, sementara gen memainkan peran utama dalam kerontokan rambut, banyak pria tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-harinya dapat memperburuk masalah kebotakan.
Dilansir Dailymail, Senin (11/1/2011), ahli bedah restorasi rambut dari Inggris memberikan beberapa langkah sederhana untuk membantu mengurangi kerontokan rambut, yaitu:
1. Jangan lewatkan waktu sarapan
Rambut terdiri dari keratin, yaitu zat yang memberinya kekuatan. Terlalu sedikit protein akan mempengaruhi tingkat keratin, sehingga menyebabkan rambut kehilangan tenaga dan berhenti tumbuh.
"Sarapan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan protein dalam tubuh, dengan makanan seperti ikan, telur, ayam, daging merah," kata Philip Kingsley, konsultan trichologist.
2. Makan kacang-kacangan
Kurangnya zat besi bisa menyebabkan rambut rontok. Jika Anda tidak memiliki cukup zat besi, maka kadar feritin akan turun, yang merupakan molekul penyimpan zat besi dalam tubuh.
Hal ini pada gilirannya akan mengganggu pertumbuhan rambut normal dan meningkatkan kerontokan rambut. Makan makanan kaya zat besi seperti kacang-kacangan, daging merah, sayuran hijau tua dan buah-buahan kering, ini akan membantu mengurangi rambut rontok berlebihan.
3. Berhenti merokok
Penelitian menunjukkan bahwa rokok juga bisa memicu kerontokan rambut. Hal ini karena rokok dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan merusak suplai darah ke folikel rambut. Maka berhenti merokok adalah salah satu cara untuk mencegah kebotakan.
4. Rileks
Memiliki kelebihan hormon laki-laki mungkin tidak terdengar seperti hal yang buruk, tetapi testosteron dan dihidrotestosteron (DHT) dapat memiliki efek buruk pada bagian-bagian tertentu dari folikel rambut.
Hormon tersebut meresap ke batang rambut dan menyebabkan rambut menjadi lebih tipis. Setelah rambut menyusut, dengan diameter tertentu akan berhenti tumbuh sepenuhnya. Ketika pria sedang stres, tubuh akan memproduksi hormon lebih banyak dan cenderung membuat rambut rontok. Jadi cobalah untuk rileks.
5. Jangan menyisir dengan keras
Menyisir rambut dengan keras dapat menggaruk kulit kepala dan menarik rambut keluar dari akar serta merusak folikel rambut. "Sangat penting untuk merawat kulit kepala dengan lembut ketika keramas, dan jangan menarik-narik rambut Anda dengan sikat atau sisir," kata Dr Bessam Farjo, ahli bedah restorasi rambut dari Manchester.
6. Jangan mewarnai rambut
Studi juga menunjukkan bahwa pewarna yang berisi bahan kimia para-phenylenediamine (PPD) dapat menyebabkan reaksi alergi parah dan dermatitis, yang dapat menyebabkan kerusakan pada folikel kulit kepala dan rambut.
sumber
Wednesday, January 12, 2011
Tuesday, January 11, 2011
Herbal dan Obat-obatan yang Pernah Diklaim Sembuhkan AIDS
Jakarta, Bertahun-tahun sejak HIV/AIDS menjadi pandemi global, belum ada obat yang benar-benar mampu menyembuhkannya. Berbagai penelitian obat HIV telah dilakukan dan diklaim sangat menjanjikan, namun belum satupun yang benar-benar membuahkan hasil.
Pada akhir 2009, salah satu penelitian di Thailand sempat memberi harapan besar akan ditemukannya vaksin HIV. Keberhasilannya sempat menggemparkan dunia, meski belakangan konsistensi hasil penelitian tersebut diragukan dan akhirnya dinyatakan gagal.
"Kegagalan ini menjadi peringatan bagi kita betapa sulitnya memerangi HIV," kata Donald Francis, presiden direktur perusahaan VaxGen yang mengembangkan vaksin baru tersebut, seperti dikutip dari BBC, Kamis (16/12/2010).
Sejak saat itu, belum ada lagi temuan yang benar-benar bisa diharapkan. Berbagai penelitian obat dan vaksin HIV dengan klaim yang bombastis terus bermunculan, meski hingga kini tidak banyak yang terdengar tentang kelanjutannya.
Berita terbaru justru datang dari Jerman yang secara tak terduga menyembuhkan pasien HIV dengan melakukan cangkok stem cell. Awalnya dokter Jerman melakukan cangkok (transplantasi) stem cell (tunas sel induk) ke pasien untuk mengobati kanker darah (leukemia). Tapi secara tak terduga cangkok ke pasien yang juga mengidap HIV itu malah menyembuhkan penyakit HIV-nya.
Beberapa penelitian tentang herbal dan obat yang pernah dilakukan dan diklaim mampu mencegah penularan HIV atau bahkan mengobatinya antara lain sebagai berikut:
1. Vaksin Rabies
Sebuah penelitian di Thomas Jefferson University, Philadelphia mengungkap bahwa vaksin rabies bisa mengatasi infeksi simian immunodeficiency virus (SIV). Virus tersebut hanya menyerang hewan, namun punya struktur yang sama dengan human immunodeficiency virus (HIV) pada manusia.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal Vaccine pada tahun 2009 itu sedianya akan mengembangkan vaksin rabies untuk mengatasi HIV. Namun hingga kini tidak banyak publikasi yang mengungkap perkembangannya.
2. Obat Jerawat
Awal tahun lalu, para ahli dari Johns Hopkins University menguji coba keampuhan sebuah antibiotik untuk membuat HIV tidak aktif sehingga tidak bisa menggandakan diri. Jenis antibiotik yang digunakan sama seperti yang digunakan untuk mengobati jerawat yakni minocycline.
Penelitian mengenai hal itu dipublikasikan dalam Journal of Infectious Diseases edisi 15 April 2010.
3. Rumput laut
Sebuah penelitian yang dimuat di Wall Street Journal awal tahun 2002 mengungkap bahwa rumput laut bermanfaat untuk mencegah penularan infeksi menular seksual termasuk HIV. Kandungan berkhasiatnya adalah semacam jeli yang dinamakan carraguard, yang dihasilkan oleh jenis rumput laut merah.
Ketika itu uji preklinis pada binatang menunjukkan hasil positif, namun tidak banyak diketahui bagaimana hasilnya ketika jeli tersebut diberikan dalam uji klinis terhadap pada 6 ribu partisipan wanita.
4. Sari nanas
Baru-baru ini Dr.rer.nat Maruli Pandjaitan dari Swiss-German University, BSD Tangerang meneliti manfaat nanas untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada pengidap HIV. Enzim brobelain pada nanas diklaim bisa meningkatkan CD4 (komponen kekebalan tubuh) dari sekitar 150 sel/ul menjadi 650-720 sel/ul (normal 410-1.100 sel/ul).
Dalam penelitian tersebut Maruli hanya melibatkan 3 pasien HIV positif sebagai partisipan, namun awal tahun 2011 ia akan melakukan penelitian yang lebih besar dengan jumlah partisipan 50 orang yang dijaring dari sejumlah Puskesmas di DKI Jakarta
sumber
Subscribe to:
Posts (Atom)